Cara Membayar Fidyah

Bagi umat Islam, fidyah sudah bukan hal yang asing untuk dibahas. Namun, masih ada beberapa orang yang belum paham apa itu fidyah dan bagaimana cara membayarnya.

Fidyah ialah beberapa orang yang tidak mampu untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan karena berada dalam kondisi tertentu, sehingga diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Orang yang berhalangan puasa karena kondisi tertentu, diperbolehkan untuk tidak mengganti puasa tersebut di waktu lain. Akan tetapi, diwajibkan membayar fidyah sebagai gantinya. Hukum dari membayar fidyah ialah wajib.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap, langsung saja simak pembahasan berikut ini.

Ketentuan Membayar Fidyah

Fidyah hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu berpuasa karena kondisi tertentu. Ketentuan seseorang harus membayar fidyah sebagai pengganti puasa ialah:

  1. Orang tua yang sudah renta serta tidak memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
  2. Orang yang sedang sakit parah serta memiliki kemungkinan yang kecil untuk sembuh,
  3. Ibu hamil atau ibu yang sedang menyusui anaknya dan jika berpuasa khawatir akan kondisi bayinya atau dirinya sendiri atau didasarkan pada rekomendasi dokter untuk tidak menjalankan ibadah puasa.
  4. Orang yang sudah meninggal dan masih memiliki hutang puasa.
  5. Orang yang terlambat qadha puasa Ramadhan.

Dari ketentuan di atas, dapat dilihat bahwa tidak semua orang yang sedang berhalangan untuk berpuasa harus membayar fidyah. Wanita yang sedang dalam masa haid ataupun orang yang sakit dan tidak bisa menjalankan puasa maka wajib menggantinya di waktu lain.

Cara Membayar Fidyah

Dilansir dari Dakwahdaily.com, cara membayar fidyah bisa dilakukan dengan menggunakan makanan pokok ataupun uang. Jika seseorang ingin membayar fidyah dengan makanan pokok, misal mereka tidak berpuasa selama 30 hari maka harus menyediakan fidyah sebanyak 30 takar, dengan masing-masing takaran ialah 1,5 kg.

Fidyah tersebut boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin, atau Anda juga bisa membayarkan kepada beberapa orang saja (misalnya 2 orang, dengan masing-masing orang mendapatkan 15 takar). Kalangan Hanafiyah menjelaskan bahwa fidyah ini dapat dibayarkan dengan uang yang senilai dengan takaran 1,5 kilogram makanan pokok.

Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, Anda bisa menyusaikannya dengan harga beras per kilogramnya. Penjelasan tentang bayar fidyah ini dijelaskan dalam SK Ketua Baznas No. 7 Tahun 2021 tentang Zakt Fitrah dan Fidyah, khususnya untuk wilayah ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya ialah ketentuan untuk membayar fidyah dengan menggunakan uang sebesar Rp 45.000 per jiwa per harinya.

Niat Membayar Fidyah

Dalam membayar fidyah, ada niat yang harus dibaca, berikut bacaan niatnya;

1. Niat fidyah orang yang terlambat qadha puasa Ramadhan

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an ifthori qadha’I shaumi ramadhana ardha lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

2. Niat fidyah bagi wanita hamil dan menyusui

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an ifthori shaumi ramadhan lilkhoufi ‘ala waladi ‘ali fardla lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah.”

3. Niat fidyah bagi orang tua renta dan orang sakit keras

Nawaitu ukhrija hadzihil fidyata’an ifthori shaumi ramadhana fardha lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Sebagai umat muslim yang taat, sejatinya kita harus membayar fidyah karena kondisi yang telah ditentukan dalam membayar fidyah. Jangan lupa untuk membaca niat sebelum membayar fidyah sesuai dengan keadaan yang mengharuskan Anda untuk membayar fidyah.