Apakah Naik Gunung bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Naik Gunung bisa Menurunkan Berat Badan

Mendaki gunung identik dengan pendaki yang langsing, proporsional & perut rata. Hampir semua orang sangat mendambakan komposisi tubuh tersebut. Khususnya pendaki wanita. Akibatnya, banyak pendaki yang termotivasi ikut pendakian untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan tubuh ideal. Lalu, muncul pertanyaan besar dibenak setiap pendaki pemula, “Apakah naik gunung bisa menurunkan berat badan?”

Melansir dari napaktilas.net, naik gunung dapat menurunkan berat badan jika dilakukan dengan prosedur yang benar. Pendaki harus mulai menerapkan pola makan sehat, latihan fisik sebelum pendakian dan mendaki gunung dengan teknik yang benar. Untuk pengetahuan tambahan, pendaki harus paham tentang teori defisit kalori, Total Daily Energy Expenditure (TDEE) dan pembakaran lemak tubuh.

Jangan mengernyitkan dahi dulu. Kami akan membahasnya secara tuntas di pembahasan. Yuk, lanjut!

Defisit Kalori & TDEE

Para pendaki gunung yang sukses menurunkan berat badan adalah dia yang paham tentang teori defisit kalori dan TDEE. Mari kita bahas satu per satu dasar dari kedua teori tersebut.

Defisit kalori adalah kondisi di mana energi yang masuk ke dalam tubuh lebih kecil dari pada energi yang keluar.

Energi masuk < Energi keluar

Energi masuk adalah energi yang kamu dapatkan dari makan dan minum.

Energi keluar adalah energi tubuh yang kamu habiskan akibat melakukan aktivitas fisik & basal metabolic rate (kerja otak, jantung, paru-paru, dll).

Banyak praktisi kebugaran tubuh melakukan penelitian tentang energi keluar. Dan hasilnya, mereka menyepakati pendekatan teori Total Daily Energy Expenditure (TDEE). TDEE adalah jumlah semua energi yang kamu keluarkan setiap hari ketika melakukan aktivitas fisik dan aktivitas metabolisme tubuh.

Agar kamu lebih jelas, silakan buka TDEE calculator ini.

Sudah dibuka linknya? Bagus.

Kami akan memberikan contoh perhitungan TDEE dengan calculator tersebut:

Misalnya: Pendaki cantik bernama Namira, usia 24, tinggi 160 cm, berat badan 50 kg, body fat 25%.

Setelah data di atas di masukkan ke dalam TDEE calculator, didapatkan hasil sebagai berikut:

Naik Gunung bisa Menurunkan Berat Badan - TDEE Namira

Dari hasil perhitungan TDEE calculator, saat melakukan hiking Namira setidaknya membutuhkan 2.036 kalori per hari untuk kebutuhan energi. Apabila asupan kalori selama pendakian kurang dari 2.036 maka energi yang masuk lebih kecil dari pada energi yang keluar. Akibatnya, kondisi tubuh Namira masuk ke dalam mode defisit kalori. Sehingga, metabolisme tubuh Namira akan lebih mengutamakan mengurai lemak untuk menjadi energi. Kondisi penguraian lemak menjadi energi inilah yang menyebabkan pendaki mengalami penurunan berat badan.

Olahraga Mendaki Gunung

Setelah kamu paham teori defisit kalori dan TDEE, mari belajar lebih jauh lagi untuk memaksimalkan pengetahuan tersebut. Olahraga mendaki gunung sebenarnya dibagi menjadi 3 tahapan:

  • Tahap persiapan: latihan fisik sebelum pendakian.
  • Tahap pelaksanaan: aktivitas pendakian gunung.
  • Tahap pemulihan: pasca pendakian gunung.

Banyak pendaki pemula yang ingin menurunkan berat badan hanya fokus pada aktivitas pendakian. Ini salah besar. Karena kamu dapat menurunkan lebih banyak berat badanmu dengan memaksimalkan tahap persiapan, pelaksanaan dan pemulihan pasca hiking.

Pada tahap persiapan, pendaki biasanya melakukan latihan fisik selama 2 minggu sebelum pendakian. Latihan fisik yang dilakukan juga bermacam-macam, mulai dari jogging, berenang, push up, sit up, squat jump, burpee press hingga angkat beban. Ide dasarnya adalah untuk meningkatkan daya tahan paru-paru, jantung dan otot. Untuk penguatan otot, pendaki biasanya lebih suka menguatkan otot kaki dan core tubuh. Karena hal ini sangat penting untuk keseimbangan dan kekuatan saat pendakian.

Untuk memaksimalkan penurunan berat badan, dalam waktu 2 minggu latihan fisik tersebut, buat tubuhmu masuk ke dalam mode defisit kalori. Makan jenis makanan sehat, kurangi karbohidrat dan gula, kurangi makanan yang digoreng. Terakhir, takar jumlah kalori harian yang masuk. Pastikan lebih kecil daripada kalori yang keluar.

Pada tahap pelaksanaan, pendaki perlu melakukan manajemen pendakian yang baik. Karena perjalanan pendakian biasanya panjang, perlu strategi yang baik saat mendaki.

  • Untuk pendakian siang hari, lebih baik berangkat lebih pagi. Usahakan sampai camp pendakian sebelum malam.
  • Untuk pendakian malam hari, lebih baik cari teman pendaki yang memiliki fisik yang sama kuatnya dengan kamu. Tujuannya adalah agar bisa memiliki ritme perjalanan yang konstan.

Pada saat pendakian, kamu wajib menguasai teknik mendaki gunung yang benar dan olah nafas. Semua itu ada tekniknya. Dengan teknik olah nafas yang benar, metabolisme tubuh akan melakukan pembakaran lemak dengan maksimal. Dan kamu tidak mudah capek.

Tahap pemulihan setelah pendakian juga penting, karena setelah mendaki tubuh masih terus membakar lemak. Jadi, tidur pun lemak tubuh masih terbakar. Pada masa pemulihan, tetap jaga pola makan. Pilih makanan yang tinggi protein, seperti tahu, tempe, telur putih, dada ayam, daging sapi, daging kambing, ikan, dll. Pastikan makanan dimasak dengan cara selain digoreng. Pastikan banyak minum. Kurangi mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar tepung. Hindari minuman berenergi. Hindari gula sementara waktu. Jika kamu disiplin, tubuh kamu akan kembali masuk ke mode defisit kalori dan memaksimalkan pembakaran lemak saat masa pemulihan.

Jika kamu mengikuti arahan di atas dengan disiplin, kamu akan mendapatkan tubuh ideal dalam waktu 2-3 bulan. Jadi, setelah 3-5 kali pendakian, kamu sudah mendapatkan tubuh yang proporsional, perut rata dan langsing.

Pembakaran Lemak secara Maksimal

Kenapa mendaki gunung bisa menurunkan berat badan tubuh? Karena mendaki gunung adalah kombinasi olahraga kardio dan angkat beban yang efektif untuk menurunkan berat badan.

  • Aktifitas kardio saat pendakian terjadi ketika pendaki berjalan selama berjam-jam dari basecamp hingga ke puncak.
  • Aktifitas angkat beban terjadi ketika pendaki menggendong tas carrier yang bertanya 12-15 kg selama perjalanan.
  • Aktifitas melintasi berbagai medan pendakian yang menanjak, curam hingga bebatuan membakar banyak lemak tubuh.

Ketiga aktifitas tersebut menghasilkan kombinasi maksimal dalam upaya pembakaran lemak tubuh. Apabila kamu padukan dengan pola makan yang benar, maka kamu akan mendapatkan pembakaran lemak yang maksimal. Sehingga, tubuh langsing, proporsional dan ideal itu bukan lagi mimpi.

Catatan: Disiplin mengikuti program pendakian yang benar adalah kunci dari memaksimalkan pembakaran lemak selama naik gunung. Dengan begitu, kamu akan mengalami penurunan berat badan yang cepat namun sehat.

Kesimpulan

Jadi, apakah naik gunung dapat menurunkan berat badan? Mendaki gunung dapat menurunkan berat badan asalkan kamu mengikuti arahan yang benar. Lakukan latihan fisik sebelum pendakian. Makan makanan sehat. Pastikan tubuh masuk ke dalam mode defisit kalori. Dan jangan melampiaskan makan setelah pendakian. Karena pasca pendakian kamu masih bisa melakukan pembakaran lemak tubuh. Terakhir, apabila ada pertanyaan, tulis saja pada kolom komentar di bawah.