Apa itu Steril Kucing?

apa itu steril kucing

Kamu pasti pernah mendengar kata steril pada kucing. Kira-kira, kamu tahu tidak apa artinya dan untuk apa? Apakah steril ini artinya membersihkan secara keseluruhan atau memandulkan kucing?

Steril kucing merupakan proses pengangkatan organ reproduksi kucing sehingga tidak lagi mampu menghasilkan keturunan. Sterilisasi ini bisa dilakukan pada kucing jantan atau pun betina. Lewat proses tersebut, populasi kucing bisa terkontrol dengan baik dan kucing bisa lebih sehat. Jadi, kucing kamu akan mampu untuk hidup lebih lama dengan baik.

Mau tahu lebih lengkap tentang steril kucing? Berikut pembahasan lengkap apa itu steril kucing yang kami kutip dari goldenmaze.net.

Apa itu Steril Kucing?

Sebelum kamu tahu apa itu steril, perlu kamu tahu kalau dalam 1 tahun, kucing bisa hamil hingga 3 kali. Per 1 kali hamil, kucing bisa melahirkan hingga 6 anak.

Jika estimasi hamil 3x dengan 6 anak, berapa banyak kitten yang akan kamu dapat? Yap, 18 kitten.

Sangat banyak bukan?

Jika kamu mampu merawat semua kucing kamu, tidak masalah. Namun, bagaimana jika sebaliknya? Kucing akan terlantar bahkan tidak menutup kemungkinan akan mati karena tidak mendapatkan cukup gizi.

Hanya dengan berpikiran seperti itu saja sudah membuat sedih. Apa kamu juga merasakannya?

Karena hal tersebutlah, kamu perlu melakukan sterilisasi atau steril kucing ketika kucing kamu sudah dewasa.

Steril kucing adalah proses pengangkatan organ reproduksi kucing sehingga kucing tak mampu lagi untuk memiliki keturunan. Apakah steril itu sama dengan kebiri? Sama!

Steril kucing disebut juga dengan kebiri atau kastrasi. Saat kucing dikebiri, maka testis akan diangkat sehingga kucing akan kehilangan ‘kejantanan’ hormonal dan lebih kalem.

Pengangkatan testis saat operasi steril pada kucing jantan.

Pada kucing betina, sterilisasi dilakukan dengan mengangkat ovariumnya. Karena hal itulah, kucing betina tak mampu lagi mengandung dan menghasilkan keturunan.

Pengangkatan rahim kucing betina saat operasi steril kucing betina.

Jadi, bisa dikatakan kalau steril kucing adalah pemandulan kucing secara permanen.

Apa Manfaat Steril Kucing?

Jika membicarakan tentang steril kucing, pasti ada pro dan kontra. Contoh alasan kontra yang kerap saya atau mungkin kamu juga pernah dengar, yaitu kasihan kucingnya.

Padahal, kalau melihat atau mempertimbangkan jangka panjang, steril pada kucing memiliki banyak manfaat. Berikut 5 manfaat steril pada kucing, di antaranya:

1. Mencegah Over Populasi

Kalau kamu perhatikan, banyak kucing liar yang berkeliaran dan tak diperhatikan dengan baik. Hal tersebut cukup menjadi masalah yang serius apalagi jika pertumbuhannya tak terkendali dan susah menemukan shelter atau adopter.

Karena itu, perlu dilakukan sterilisasi untuk menekan pertumbuhan kucing agar tidak berlebihan hingga kucing menemukan rumah.

2. Mengurangi Pertumbuhan dan Penyebaran Penyakit

Kucing yang tidak terawat dengan baik memiliki risiko penyakit yang lebih besar, di antaranya:

  • Kanker testis.
  • FIV atau leukemia kucing.
  • Tumor pada ovarium dan rahim.
  • Pyometra.
  • AIDS.

Sayangnya, penyakit seperti FIV dan AIDS bisa menyebar ke kucing lain lewat gigitan. Jadi, untuk mengurangi penyebaran penyakit dan risiko lainnya, kucing perlu disteril.

3. Meminimalisir Perkelahian dan Cedera

Kucing termasuk hewan yang memiliki hormon tinggi terutama saat musim kawin tiba. Ketika kucing melihat ada ancaman dari kucing lain, maka perkelahian bisa terjadi. Akibatnya, kucing bisa mengalami cedera ringan hingga serius.

Untuk meminimalisir dan mengurangi naluri agresif, perkelahian dan cedera, maka kamu perlu mensterilkan kucing ketika sudah dewasa.   

4. Mencegah agar Kucing Tidak Pergi dari Rumah

Kucing yang belum disteril memiliki pergolakan hormon yang lebih tinggi. Saat musim kawin tiba, kucing, terutama kucing jantan, tidak akan segan untuk keluar dan mencari pasangannya.

Karena hal tersebut, untuk mencegah agar kucing tidak kabur dan berkelana, akan lebih baik kamu melakukan sterilisasi pada kucing.

5. Membuat Kucing Lebih Tenang dan Kalem

Kucing yang belum disteril akan memiliki pergolakan hormon yang membuat kucing lebih agresif. Sayangnya, sifat agresif pada kucing bisa membawa banyak kerugian. Misalnya, kamu dicakar hingga perlu diobati dan diperban.

Karena hal tersebut, kamu perlu menekan pergerakan hormonnya lewat steril.

Berapa Biaya Steril Kucing Jantan dan Kucing Betina?

Ada berbagai macam alasan mengapa masih banyak kucing yang belum disteril. Kamu tahu alasannya? Yap, biaya!

Biaya steril kucing bervariasi, yaitu sekitar Rp200.000-Rp1.500.000. Biaya tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari tempat kamu melakukan steril kucing dan jenis kucing.

Lalu, apa biaya tersebut sama untuk kucing jantan dan betina? Tidak ya. Biaya steril untuk kucing jantan lebih murah dibandingkan kucing betina.

Mau tahu alasannya kenapa? Coba cek tabel perbedaan steril kucing jantan dan betina berikut ini!

PerbedaanKucing jantanKucing betina
Letak organ reproduksiTestis berada di luar tubuhOvarium berada di dalam tubuh
Lama operasi yang dilakukan ahli dan berpengalaman (tidak termasuk persiapan dan anestesi)Singkat sekitar 30-60 detik.Cukup lama sekitar 5-10 menit.
Kesulitan proses sterilLebih sederhanaLebih susah
Lama penyembuhan2-3 hariSekitar 14 hari
Jenis biusBius lokalBius total

Sebagai catatan, lama operasi yang saya cantumkan di atas dilakukan ahli dan di klinik ternama dengan jam terbang tinggi. Jika dilakukan di klinik biasa, rata-rata para dokter membutuhkan waktu sekitar 20-40 menit.

Jadi, lama proses steril juga tergantung dari kemampuan dokter hewan dan perlengkapan yang dimiliki di tempat tersebut.

Apakah Ada Layanan Steril Kucing Gratis?

Jika kamu menganggap kalau biaya steril kucing masih tetap mahal, kamu bisa memilih layanan steril kucing gratis atau bersubsidi.

Memangnya ada? Tentu saja ada!

Layanan steril gratis atau yang bersubsidi bisa membantu kamu untuk mencegah kelebihan populasi dan kucing tetap sehat.

Di mana saja? Saya menemukan beberapa tempat yang bisa kamu hubungi untuk steril gratis atau bersubsidi, di antaranya:

  • Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) Ragunan.
  • Rumah Steril.
  • Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Jakarta (Pusyankeswannak Jakarta).
  • Faunafella.
  • Meong Bandung Pro Steril.

Bagaimana dengan jadwalnya? Apakah setiap penyedia layanan memiliki jadwal yang sama?

Tentu tidak!

Masing-masing penyedia layanan memiliki jadwal yang berbeda-beda. Misalnya untuk Meong Bandung Pro Steril. Komunitas tersebut memiliki jadwal steril terdekat, yaitu:

  • 15 Juni 2021.
  • 19 Juni 2021.
  • 26 Juni 2021.

Berapa biayanya? Biaya untuk steril subsidi sekitar Rp160.000-Rp225.000. Namun, besar biaya tersebut tentu tergantung dari masing-masing penyedia layanan.

Jadi, kamu perlu selalu update media sosial atau website penyedia layanan steril untuk tahu jadwal, kuota dan persyaratannya ya.

Apa Syarat Steril Kucing?

Bagaimana, dari penjelasan yang saya berikan di atas, sudah tertarik untuk mensterilkan kucing kamu?

Jika iya, maka kamu perlu tahu persyaratan untuk steril agar kamu tidak bolak balik ke dokter hewan. Syarat kucing yang bisa disteril, yaitu:

  • Minimal berusia 6 bulan.
  • Kucing dalam kondisi yang sehat.
  • Kucing betina tidak dalam kondisi hamil.
  • Kucing tidak sedang birahi agar proses sembuh lebih cepat.
  • Memiliki berat badan minimal 2,5-3 kg.
  • Pemilik perlu menandatangani surat persetujuan operasi.

Jika kondisi kucing kamu belum memenuhi persyaratan di atas, kamu perlu berkonsultasi dulu dengan dokter. Dengan begitu, sterilisasi bisa berjalan dengan baik dan kucing kamu tetap sehat.

Bolehkah Steril Kucing Tanpa Vaksin?

Tidak sedikit pemilik kucing yang ragu untuk steril karena kucing belum divaksin. Apa kamu juga salah satunya?

Jika iya, jangan terlalu khawatir dulu ya. Tenang! Saya akan memberikan penjelasan yang mungkin bisa membantu kamu agar lebih lega.

Vaksinasi pada kucing perlu dilakukan agar kucing tetap sehat. Kondisi tubuh yang sehat inilah yang akan membantu kucing kamu untuk bisa sembuh lebih cepat. Jika tidak, maka risiko infeksi penyakit akan lebih tinggi dan proses sembuh akan lebih lama.

Dari sini kamu sudah mampu menangkap apa yang saya maksud? Masih bingung?

Begini, saya pernah bertanya ke dokter hewan mengenai hal ini. Jawaban beliau, “Bisa dibawa dulu ke klinik untuk pengecekan lebih lanjut apakah bisa disteril atau tidak.”

Jadi, kalau kucing kamu belum divaksin, kamu jangan takut. Kamu bisa kok melakukan pengecekan lebih lanjut di klinik hewan sebelum kucing disteril. Jika dari pemeriksaan tersebut kucing kamu ternyata sehat, maka kucing bisa disteril.

Jadi, kucing bisa disteril tanpa vaksin dengan catatan, kucing sudah melakukan diperiksa dan terbukti sehat. Dengan begitu, kucing bisa sembuh lebih cepat dan meminimalisir terjadinya infeksi.

Jadi, sudah tahu kan apa itu steril dan manfaatnya. Kalau dari penjelasan di atas kamu menemukan informasi yang kurang tepat atau ingin menambahi, jangan ragu untuk berkomentar ya.